Aku disini lagi kini, untuk kesekian kalinya. Duduk dikursi
yang terbuat dari besi dan dicat putih. Warna yang tak asing lagi. Aku disini
lagi kini, untuk alasan yang sama. Menunggu...menunggu namaku akan tersebut dan
akhirnya aku akan memasuki sebuah ruang yang cukup sederhana. Kukatakan
sederhana karena aku tak ingin mengistimewakannya dan akhirnya membuatku betah
di ruangan itu. tapi bukankah aku suka yang sederhana? Ah, dilematis!
Enough...!!! baru ku sadari setelah melihat riwayatku. 9 bulan, yah...9 bulan
ternyata untuk mengulang semuanya. Setelah aku berusaha menghindari sesuatu yang bernama Rumah Sakit kecuali
menjenguk orang-orang yang sakit. Tapi aku merasa itu baru kemarin. Ketika
namaku disebut dan mulai diperiksa oleh seorang dokter wanita yang ramah itu.
hmm...aku jadi teringat tentangnya. Bagaimana ia sekarang? sehatkah?
Hei...kenapa aku malah bertanya tentang kesehatannya? Bukankah ia dokter?
Pastinya ia lebih tahu tentang dirinya dari pada aku. Tapi bagaimana ya dia?
Aku cukup penasaran. Setidaknya setelah ucapannya ketika pertemuan terakhirku
dengannya. Apa dia sudah berkerudung? Semoga saja, itu yang slalu ku do’akan
untuknya setelah pertemuan itu. setelah ia bertanya tentang jilbabku,
mengaguminya. Andai aku bawa dua waktu itu. haha..lucu. apa dia mau menerima?
Entah... tapi bukankah niatku baik? Apologi.
Aku benar-benar disini, orang-orang itu nyata. Tapi mungkin aku tidak
akan bertemu dokter wanita itu lagi. Aku akan masuk di ruangan yang lain,
berbeda dari sebelumnya. Dan kulihat papan nama yang tertulis di dinding
ruangan. Dr. H.A. Saiful. S. Sp. PD dan Dr. Andi Oddang. Sp.PD. bukan namanya.
Aku disini lagi. Lagi-lagi dengan diam.
No comments:
Post a Comment