lucu juga. menggelitik. yang dia fahami hanyalah setengah-setengah. apakah dia juga memahami alkitabnya sendiri?
kita lihat saja.
Popular Posts
-
Siapa? Siapa? Siapa? pencarian yang masih tak tahu harus kemana. dia? dia? dia? berhenti dikamu.
-
kali ini aku harus menuliskan ini. kamu menyebalkan. tak bisakah kau tidak membuatku kesal? menghilang tanpa kabar. dan datang tanpa rasa b...
-
sebenarnya aku tak mengerti dibalik semua itu. jadi, aku hanya mencoba menjadikannya sebuah santapan untuk siang ini. apa ada sesuatu yang ...
-
hmmm... berkali-kali kita merencanakan tentang sebuah pertemuan, dan berkali-kali juga kita harus mengalami kegagalan. lagi-lagi ini tentan...
-
masih seperti itu, mungkin sebab itu aku berada disini meski keberadaan ini tak pernah aku harapkan. tak bisakah saja aku berlari? aku ing...
-
angin ini, sinar ini mungkin suatu saat aku tak lagi dapat merasakannya, menatapnya. mungkin suatu saat aku hanya mampu duduk diam diatas ku...
-
Aku disini lagi kini, untuk kesekian kalinya. Duduk dikursi yang terbuat dari besi dan dicat putih. Warna yang tak asing lagi. Aku disi...
-
aku tak tahu mengapa aku berada lagi disini, ini adalah ruang-ruang kosong dan sepi. hampa. mungkin begitu aku harus menyebutnya meski se...
-
Masih dengan pekerjaan yang membisukan. Bisa dibilang membuntukan segala keinginan untuk bertahan. Menunggu. Aku rindu kesunyianku, m...
-
sederet kata yang tak ku mengerti. tapi karena itu aku bertanya. meski kadang termaknai hanya sebuah basa-basi. jangan salahkan aku ing...
Wednesday, October 9, 2013
Monday, October 7, 2013
lelah
aku benci.....
aku benci merasakan sakit.
apalagi yang merajam dihati.
tak bolehkah aku bahagia walau sedikit?
aku benci.....
rasanya aku tak ingin lagi merasa
rasanya aku tak ingin lagi peduli
rasanya aku hanya ingin berlari
rasanya aku hanya ingin menghilang
agar tak lagi kurasakan sakit
agar tak lagi kudapatkan pahit
aku lelah,
dan ingin berhenti.
aku benci merasakan sakit.
apalagi yang merajam dihati.
tak bolehkah aku bahagia walau sedikit?
aku benci.....
rasanya aku tak ingin lagi merasa
rasanya aku tak ingin lagi peduli
rasanya aku hanya ingin berlari
rasanya aku hanya ingin menghilang
agar tak lagi kurasakan sakit
agar tak lagi kudapatkan pahit
aku lelah,
dan ingin berhenti.
Wednesday, October 2, 2013
aku disini lagi
Aku disini lagi kini, untuk kesekian kalinya. Duduk dikursi
yang terbuat dari besi dan dicat putih. Warna yang tak asing lagi. Aku disini
lagi kini, untuk alasan yang sama. Menunggu...menunggu namaku akan tersebut dan
akhirnya aku akan memasuki sebuah ruang yang cukup sederhana. Kukatakan
sederhana karena aku tak ingin mengistimewakannya dan akhirnya membuatku betah
di ruangan itu. tapi bukankah aku suka yang sederhana? Ah, dilematis!
Enough...!!! baru ku sadari setelah melihat riwayatku. 9 bulan, yah...9 bulan
ternyata untuk mengulang semuanya. Setelah aku berusaha menghindari sesuatu yang bernama Rumah Sakit kecuali
menjenguk orang-orang yang sakit. Tapi aku merasa itu baru kemarin. Ketika
namaku disebut dan mulai diperiksa oleh seorang dokter wanita yang ramah itu.
hmm...aku jadi teringat tentangnya. Bagaimana ia sekarang? sehatkah?
Hei...kenapa aku malah bertanya tentang kesehatannya? Bukankah ia dokter?
Pastinya ia lebih tahu tentang dirinya dari pada aku. Tapi bagaimana ya dia?
Aku cukup penasaran. Setidaknya setelah ucapannya ketika pertemuan terakhirku
dengannya. Apa dia sudah berkerudung? Semoga saja, itu yang slalu ku do’akan
untuknya setelah pertemuan itu. setelah ia bertanya tentang jilbabku,
mengaguminya. Andai aku bawa dua waktu itu. haha..lucu. apa dia mau menerima?
Entah... tapi bukankah niatku baik? Apologi.
Aku benar-benar disini, orang-orang itu nyata. Tapi mungkin aku tidak
akan bertemu dokter wanita itu lagi. Aku akan masuk di ruangan yang lain,
berbeda dari sebelumnya. Dan kulihat papan nama yang tertulis di dinding
ruangan. Dr. H.A. Saiful. S. Sp. PD dan Dr. Andi Oddang. Sp.PD. bukan namanya.
Aku disini lagi. Lagi-lagi dengan diam.
ruang tunggu
Masih dengan pekerjaan yang membisukan. Bisa dibilang
membuntukan segala keinginan untuk bertahan. Menunggu. Aku rindu kesunyianku, meski tak terpungkiri
aku juga selalu terhibur akan keramaian ini. Setidaknya sedikit oleh tingkah
orang-orang itu. tapi aku tetap rindu dengan kesunyianku.
Tuesday, October 1, 2013
Karena Aku Punya Mimpi
angin ini, sinar ini
mungkin suatu saat aku tak lagi dapat merasakannya, menatapnya.
mungkin suatu saat aku hanya mampu duduk diam diatas kursi roda
mungkin suatu saat bahkan untuk mengucap huruf A aku sudah tak bisa
tapi itu masih mungkin suatu saat....
kesakitan ini,
masih terlalu kecil untuk memadamkan api semangatku
masih tak berarti untuk melumpuhkan asaku
masih tak cukup banyak untuk membuatku hilang arah
karena aku punya mimpi
aku masih punya mimpi yang kudekap erat-erat
aku masih punya mimpi yang menunggu untuk ku wujudkan
dan aku akan masih terus bermimpi hingga mimpi lelah untuk kuimpikan
lalu ketika ku sampai pada saat itu.
aku masih akan bermimpi.
meski itu adalah mimpi yang paling sederhana
*merajut asa
2-okt'13
mungkin suatu saat aku tak lagi dapat merasakannya, menatapnya.
mungkin suatu saat aku hanya mampu duduk diam diatas kursi roda
mungkin suatu saat bahkan untuk mengucap huruf A aku sudah tak bisa
tapi itu masih mungkin suatu saat....
kesakitan ini,
masih terlalu kecil untuk memadamkan api semangatku
masih tak berarti untuk melumpuhkan asaku
masih tak cukup banyak untuk membuatku hilang arah
karena aku punya mimpi
aku masih punya mimpi yang kudekap erat-erat
aku masih punya mimpi yang menunggu untuk ku wujudkan
dan aku akan masih terus bermimpi hingga mimpi lelah untuk kuimpikan
lalu ketika ku sampai pada saat itu.
aku masih akan bermimpi.
meski itu adalah mimpi yang paling sederhana
*merajut asa
2-okt'13
Subscribe to:
Posts (Atom)